Berjalan-jalan di Thalang, Dibuk dan Krabi, pengunjung akan melihat banyak mansion megah di sisi jalan. Semuanya bergaya Sino-Colonial atau Sino-Portugis dan sangat mencerminkan kemegahan beberapa abad silam. Tentu saja, arsitekturnya terinspirasi dari bangunan-bangunan Eropa.

Sejak abad ke-16, bangsa Eropa telah tertarik akan timah yang ada di Phuket. Namun, sejak abad ke-18, kepemilikannya diambil alih oleh Bangsa China dan kemudian satu-persatu mulai mendirikan bangunan-bangunan seperti ini.

Courtesy of www.phuket.com

Bukan hanya rumah-rumah saja, namun di Phuket banyak juga ditemukan rumah toko (ruko) bergaya Sino-Portugis. Di lantai bawahnya biasa digunakan untuk melakukan bisnis, sementara lantai atasnya adalah tempat tinggal. Rumah semacam ini biasanya memiliki lebar 5 meter dengan panjang satu baris bisa lebih dari 50 meter. Satu baris ini terdiri dari beberapa ruko.

Dalam semua mansion bergaya kolonial seperti ini, selalu disediakan ruangan terbesar untuk menerima tamu. Beberapa contoh yang bisa dikunjungi adalah The China Inn Cafe & Restaurant dan The Dibuk Grill and Bar.


Mau Liburan Murah? Pastikan Hubungi Kami!
Tour Murah Panduan Wisata. Telp: +62.85.101.171.131. Pin BB: 5BF4C2B4

Tags: , , , , ,