Dibangun pada masa kekuasaan Raja Taksin, Santa Cruz Church menjadi gereja portugis terlama yang ada di Bangkok. Awalnya, portugis telah menjadi sekutu Thailand sejak abad ke-15. Saat itu, mereka memasok amunisi dan persenjataan bagi tentara Thailand untuk dapat memerangi tentara Birma. Karena faktor kekerabatan dan rekan, akhirnya Raja Taksin menghadiahkan dua buah lahan di Bangkok, dimana salah satunya adalah di Thonburi yang akhirnya dijadikan bangsa Portugis sebagai gereja. Begitu terjadi kejatuhan pada masa Ayutthaya, bangsa portugis mulai membangun gereja ini, tepatnya pada tahun 1770.

Namun, pada tahun 1835, bangunan ini memerlukan banyak perbaikan. Setelah dilakukan renovasi besar dan menyeluruh, akhirnya gereja ini dinamai Gereja Santa Cruz. Kejadian yang sama terulang lagi ketika masa pemerintahan Raja Rama VI. Gereja yang dijuluki dengan Wat Kudi Jeen ini rusak lagi dan perlu untuk dilakukan perbaikan ulang pada tahun 1913. Namun, tampaknya itu perbaikan terakhir selama 1 abad ini karena hingga sekarang gereja ini masih tetap kondisinya seperti saat pemugaran terakhir.

Gereja katolik yang terletak di tepian sungai Chao Phraya ini, awalnya terbuat dari kayu. Namun, setelah mengalami banyak pemugaran, akhirnya Raja memerintahkan dua seniman dan arsitek Italia, Annibale Rigotti dan Mario Tamagno untuk mendesain ulang gereja ini. Setelah dipoles melalui tangan-tangan ahli, akhirnya untuk eksterior ditambahkan pagar-pagar besi diluarnya. Jika menggunakan kapal Chao Phraya Express dan turun di dermaga Santa Cruz, maka pengunjung akan dengan mudah menemukan gerbang gereja ini. Halamannya sangat hijau dan asri, dilengkapi dengan patung Bunda Maria yang siap menyambut pengunjung yang datang. Di halaman yang lebih kecil, terdapat sebuah lonceng bergantung. Di sekitar situ pula, terdapat kuburan Para Pastur yang telah mengabdikan hidupnya di gereja tersebut.

Interiornya sangat bergaya khas Portugis, kubahnya melengkung besar dan berwarna merah keemasan. Ruangan berdoa berbentuk persegi dan terdiri atas banyak lonceng. Jika dijumlah, total keseluruhan jumlah lonceng yang ada di gereja ini dapat mencapai sedikitnya 20 lonceng. Tidak hanya itu, terdapat 14 buah patung yang menggambarkan Yesus semasa hidupnya. Dinding-dinding dihiasi dengan lukisan kaca bergambar injil dan didominasi oleh warna kemerahan yang membuat gereja ini berkesan sangat elegan.

Jam Buka : Setiap Hari
Tiket Masuk : Gratis
Lokasi: Soi Kudi Jeen, Thonburi
Cara pergi ke tempat ini: Menggunakan Chao Phraya Express Boat ke dermaga Rajinee (N7), kemudian naik ferry dan turun di dermaga Santa Cruz.


Mau Liburan Murah? Pastikan Hubungi Kami!
Tour Murah Panduan Wisata. Telp: +62.85.101.171.131. Pin BB: 5BF4C2B4

Tags: , , , ,