Istana yang dijuluki “sebidang kubis” ini, mengkombinasikan antara kediaman keluarga kerajaan dan museum. Tempat ini mencerminkan Thailand kuno yang saat ini sulit ditemukan di perkotaan. Halamannya bernuansa tropis dikelilingi oleh berbagai jenis pohon rindang, kolam-kolam yang tenang, serta delapan rumah tradisional Thailand milik Pangeran dan Putri Chumbhot. Empat diantaranya merupakan rumah kayu yang berada di halaman depan istana, meninggalkan warisan budaya dari abad ke-19.

Courtesy of bangkoki.com

Rumah pertama membawa kita menjelajahi berbagai alat musik. Rumah yang dulunya milik ayah Pangeran Chumbhot ini, yaitu Pangeran Paribatra, dijadikan museum berisi drum langka, xylophone, gong, dan berbagai alat musik langka yang dipamerkan di lantai bawah. Gong Wong Yai, sebuah perkusi unik dengan 16 lempengan  berbagai nada bisa dilihat disini. Selin itu, jika ingin melihat orkestra yang ditampilkan tahun 1920, disinilah tempat rekaman itu disimpan. Sementara lantai atasnya, terdapat berbagai barang peninggalan Thailand dan Asia Tenggara berbagai jaman. Alat-alat perang, patung Budha berbagai postur, hingga foto Raja Rama V bisa disaksikan disini.

Menuju ke rumah kedua dan ketiga, pengunjung dapat melihat perabotan klasik abad ke-17. Misalnya, buku, lukisan, dan kitab suci yang mengisahkan kehidupan Lord Budha. Terdapat pula perabotan makan dari perak dari abad ke-17 serta nampan berhiaskan mutiara yang sangat indah. Gambaran tradisional thailand tidak hanya sampai disitu. Patung budha berbagai pose dan ukuran dapat dilihat dari dalam rumah keempat. Dengan balkon yang sangat indah, pengunjung bisa melihat taman hijau yang asri membentang di hadapan.

Suan Pakkad Palace tidak akan mengecewakan pengunjung, sebab pengunjung dapat melihat berbagai macam barang peninggalan yang benar-benar tradisional di rumah kelima hingga kedelapan. Misalnya, berbagai koleksi binatang laut yang diawetkan seperti ikan dan kerang jaman prasejarah. Ada pula topeng seni masa lampau lengkap dengan bonekanya. Serta berbagai macam peralatan berbahan dasar keramik, porselen, mutiara hingga perak yang dulu dimiliki oleh Pangeran dan Putri Chumbhot. Beberapa museum mulai direnovasi pada tahun 1996, sehingga koleksi museum ini semakin bertambah. Mulai dari artefak, peralatan terbuat dari perunggu hingga bijih besi. Serta mulai dari asia tenggara hingga mesir terkumpul di satu tempat ini.

Courtesy of sparklette.net

Selain delapan rumah yang kini berfungsi sebagai museum, di belakang lapangan juga terdapat Paviliun Pernis. Paviliun yang dulu dihadiahkan Pangeran kepada Sang Putri di tahun 1959 ini, kini telah mengalami berbagai bentuk renovasi. Namun, keindahan lukisan dindingnya, yang menggambarkan Budha dan Ramayana)  tetap dapat dinikmati. Untuk dapat menikmati seluruh warisan sejarah yang ada di Istana ini, pengunjung cukup merogoh kocek sebesar 100 baht atau sekitar Rp 30.000 saja.

 

 

Jam Buka: 09:00 – 16:00
Tiket Masuk : 100 baht (sekitar Rp 30.000)
Lokasi: 352-354 Sri Ayudhya Road (five minutes walk from BTS Phaya Thai), nearest area Pratunam
Telp : +66 (0)2 245 4934
BTS : Phaya Thai


Mau Liburan Murah? Pastikan Hubungi Kami!
Tour Murah Panduan Wisata. Telp: +62.85.101.171.131. Pin BB: 5BF4C2B4

Tags: , , , ,